Legenda Putri Salju

Dahulu kala di sebuah negeri yang damai, hidup seorang raja yang mempunyai seorang Putri kecil yang sangat cantik. Sayangnya Putri itu hanya sebentar dalam merasakan kasih sayang seorang ibu. Ketika ia masih berumur 9 tahun, ibunya sakit dan tidak dapat di sembuhkan. Dan akhirnya dia meninggal. Untuk menemani setiap malam, sang raja menyunting seorang Ratu dari negeri sebelah yang konon di negeri itu banyak sekali penyihir.

Setelah Sang Putri mendapatkan seorang ibu tiri, hidupnya menjadi sengsara. Walaupun dia tinggal di istana, dia hanya mendapat kasih sayang dari seorang ayah yang selalu sibuk mengurus negerinya. Sang Putri selalu merasa kesepian, sehingga untuk melepas kejenuhannya dia selalu mengurung dirinya di kamar dan bermain bersama binatang peliharaannya.

Suatu hari ketika Sang Putri telah menginjak umur 18 tahun, ayahnya sang raja meninggal dunia karena penyakit keras yang menyerangnya. Setelah sang raja meninggal, tahta raja diambil alih oleh Sang Ratu yaitu ibu tiri Sang Putri yang ternyata dia adalah seorang penyihir yang sangat jahat. Ketika kerajaan dipimpin oleh Ratu itu, kerajaan selalu diliputi oleh kegelapan. Karena Ratu itu hanya merawat kecantikanya, negeri yang dahulu indah dan damai sekarang menjadi kacau balau dan banyak kejahatan di mana-mana. Melihat itu, Sang Putri merasa sedih. Kemudian ia pergi menemui ibu tirinya itu untuk membicarakan tentang negerinya. Tapi Ratu itu malah membentak-bentak Sang Putri dan mengusirnya. Sang Putri merasa sakit hati dan dia langsung mengurung diri di kamarnya.

Permaisuri yang datang dari negeri penyihir mempunyai ilmu sihir yang tinggi. Dikamarnya dia membuat sebuah cermin yang bisa berbicara dan menamakannya cermin ajaib. Cermin itu akan selalu menjawab semua pertanyaan yang diberikan padanya. Suatu hari permaisuri menanyakan siapa wanita tercantik di negeri itu.
"Wahai cermin ajaib, siapakah wanita tercantik di negeri ini?"
"Tentunya hanya Putri Salju seorang yang paling cantik di negeri ini."
Ketika mendengar jawaban itu, Sang Ratu menjadi murka. Kemudian dia mengutus anak buahnya untuk menyingkirkan dan membuang Sang Putri ke hutan. Kemudian anak buahnya segera melaksanakanya. Mereka mengajak Sang Putri berkuda ke hutan dan meninggalkanya di tengah hutan belantara yang sangat gelap.

Ditengah gelapnya hutan belantara, Sang Putri terus berjalan menyusuri hutan untuk menemukan jalan keluar. Tapi Sang Putri malah menemukan sebuah rumah kayu yang sangat terawat dan banyak di tumbuhi bunga yang amat indah. Ketika dia menemukan rumah itu, dia langsung masuk dan mencari makanan karena telah lelah seharian mencari jalan keluar dari hutan. Saking laparnya dia menghabiskan semua persediaan makanan di rumah itu. Karena kekenyangan terlalu banyak makan akhirnya Sang Putri pun tertidur lelap di rumah itu.

Setelah bangun, Sang Putri terkejut karena itu adalah rumah 7 Kurcaci yang rajin bekerja.
"Hah.. siapa kalian? apakah kalian Kurcaci yang menghuni hutan ini?", kata Putri sambil lalu berdiri.
"Anda betul sekali..! Lalu anda ini siapa?"
"Ohh.. aku adalah Putri dari kerajaan. Aku dibuang oleh pesuruh ibu tiriku.."
"Apakah Tuan Putri tahu letak kerajaan Tuan Putri..?"
"Aku tidak tahu, karena selama di kerajaan aku tidak pernah keluar rumah.."
"Kalau begitu Tuan Putri boleh tingal disini.."
"Dan karena Tuan Putri telah menghabiskan makanan kami, kami ingin dibuatkan kembali makanan kami..", potong salah satu Kurcaci itu.
"Baiklah aku akan membuatkan makanan bagi kalian.."

Kemudian Sang Putri pun bergegas pergi ke dapur dan membuatkan makanan buat Kurcaci itu. Setelah makanannya jadi, para Kurcaci segera menyantapnya bersama dan mereka sangat senang karena makanan itu jauh lebih enak dari makanan yang mereka makan setiap hari.
"Putri, makanan ini sungguh enek sekali.."
"Iya makanannya sangat enak..!"
"Maukah Putri membuatkannya lagi selagi kami bekerja..?"
"Baiklah.. aku akan membuatkannya lagi untuk kalian, dan karena sekarang hari sudah gelap, sebaiknya kalian segera tidur.."
"Baiklah!", sahut mereka bersama.

Malam pun menjelang, Sang Putri tidur terlelap. Tapi bagi para Kurcaci. Mereka semua bersamaan di gelapnya malam. Mereka semua berkumpul di kamar Sang Putri. Dan sepertinya mereka telah merencanaan sesuatu.
"Apa yang sebaiknya kita lakukan?", bisik salah satu Kurcaci itu.
"Kita harus melakukannya bersama", jawab Kurcaci yang lain.
"Baiklah."

Kemudian mereka segera menuju tempat tidur Sang Putri dan mereka melepas pakaian mereka masing-masing dan terlihatlah penis-penis yang telah berdiri dengan ukuran yang besar. Mereka bersama-sama melucuti satu-persatu pakaian Sang Putri. Secara bergiliran mereka menciumi vagina dan payudara Sang Putri yang terlihat sangat indah dan mulus sekali. Kemudian salah satu Kurcaci yang paling tua segera mengambil alih bagian vagina Sang Putri. Dengan menggesek-gesekkan penisnya ke mulut vagina Sang Putri terlebih dahulu Kurcaci itu memulai aksi mereka. Kurcaci itu membuat mulut vagina Sang Putri menjadi basah terlebih dahulu dan kemudian Kurcaci itu mendorong masuk penisnya yang besar ke dalam lubang vagina Sang Putri yang masih perawan itu.

Bercak darah keluar dari vagina Sang Putri ketika Kurcaci itu berhasil memasukan penisnya yang besar. Kemudian Kurcaci itu mulai menggenjot penisnya keluar masuk vagina Sang Putri yang terlihat mulai memerah dan terus mempercepat genjotannya. Beberapa menit kemudian, Kurcaci itu terlihat sudah mencapai puncaknya dan Kurcaci itu pun langsung mencabut penisnya dan langsung mengeluarkan spermanya di tubuh Sang Putri. Spermanya yang kental dan putih itu membasahi hampir seluruh badan Sang Putri.

"Sekarang giliranku..!"
Selama semalaman mereka menggilir Sang Putri yang tertidur pulas karena pengaruh makanan yang dimakannya tadi siang.

Pagi telah menjelang Sang Putri sangat terkejut karena ketika bangun dia melihat tubuhnya telanjang dan dilumuri oleh cairan putih yang ia tidak tahu apakah itu.
"Hah.. apa yang terjadi padaku..!"
Sang Putri melihat ke sekeliling dan dia melihat dia kelilingi oleh para Kurcaci yang tertidur dengan tanpa busana.
"Hey..! Kalian semua bangun..! Apa yang kalian lakukan kepadaku?"
Para Kurcaci itu pun terbangun oleh suara Sang Putri dan semua segera berkumpul dihadapan Sang Putri.
"Maafkan kami Tuan Putri, kamu lupa memberitahu kalau selain kami tak bisa masak kami juga membutuhkan Tuan Putri untuk melampiaskan nafsu kami", jawab salah satu Kurcaci yang paling tua.
"Jika kami tidak melampiaskannya, tempat tidur kami akan rusak setiap malam dan itu disebabkan oleh nafsu kami yang tidak tertahan.", sambung salah satu Kurcaci yang lain.
"Oohh.. jadi begitu.. aku mulai mengerti sekarang.."
"Terimakasih Putri..!", jawab mereka bersama
"Iya, sekarang kalian harus segera bersiap untuk bekerja jangan bermalas-malas"
"Baiklah Tuan Putri."

Sedangkan di kerajaan. Sang Putri masih sibuk dengan kecantikanya. Dia selalu berusaha untuk mempercantik diri dan bertanya kepada cermin ajaib. Tetapi jawaban yang diberikan oleh cermin selalu sama.
"Wahai cermin siapakah wanita tercantik di negeri ini?"
"Tentunya hanya Putri Salju seorang yang tercantik di negeri ini"
"Apakah ada cara untuk membuat aku menjadi yang tercantik?"
"Tentu ada Ratu.."
"Apakah itu?"
"Ratu hanya harus menyingkirkan Putri Salju"
"Baiklah kalau begitu, aku akan membunuhnya..!"

Kemudian Sang Ratu mengutus salah satu anak buahnya yang telah ia sihir untuk mencari Putri Salju dan segera membunuhnya. Kemudian utusan Ratu itu segera pergi ke tempat yang telah di gambarkan oleh cermin ajaib. Setelah berhari-hari utusan itu mencari, akhirnya pada suatu hari ia berhasil menemukan rumah yang digambarkan oleh cermin ajaib. Ia langsung mengetuk pintu dan Sang Putri pun segera membukakan pintu untuk dia.

Ketika pintu dibuka seperti dihipnotis, Sang Putri langsung tak sadarkan diri. Sang Putri langsung melepas celana utusan itu. kemudian ia langsung mengulum penis utusan itu yang berdiri di mulut Sang Putri. Utusan itu sangat menikmati kuluman Sang Putri yang tak sadarkan diri.
"Aahh.. Putri engkau sangat hebat..mmhh.."
Beberapa menit Sang Putri mengkulum penis utusan itu akhirnya utusan itu mencapai puncaknya. Dia mengeluarkan semua spermanya di mulut Sang Putri. Dengan tak sadarkan diri Sang Putri langsung menelan semua sperma di mulutnya. Seketika Sang Putri pun jatuh ke lantai dan ternyata Sang Ratu menyihir utusannya agar spermanya menjadi beracun.

Setelah melihat Sang Putri roboh, utusan itu langsung pergi meninggalkan rumah itu. Dan ketika para Kurcaci pulang, mereka sangat terkejut karena Sang Putri tergeletak di lantai tak bernyawa.
"Ohh.. Putri! Apa yang terjadi dengan anda..!"
"Putri tolong jawab pertanyaan kami..!"
"Semua tenang..!", teriak Kurcaci yang paling tua.
"Dia tak akan apa-apa, karena dia telah sering meminum sperma kita racun yang ada pada tubuhnya tak akan membunuhnya. Kita hanya tinggal menunggu seorang Pangeran dari kerajaan negeri sebelah", lanjut Kurcaci itu.

Kemudian bersama-sama mereka melepas celana mereka dan salah satu dari mereka langsung memasukan penisnya yang sudah berdiri ke dalam lubang vagina Sang Putri dengan maksud untuk melindungi tubuh Putri dari racun yang mematikan.

Dikerajaan Sang Ratu tertawa bahagia karena akhirnya cermin ajaib menyebutkan namanya.
"Wahai cermin ajaib siapakan wanita tercantik di negeri ini?"
"Tentunya Ratu seorang yang paling cantik di negeri ini"
"Akhirnya aku adalah wanita tercantik di negeri ini karena Putri Salju sudah aku lenyapkan dari bumi ini untuk selamanya.. ha.. ha.. ha..!"

Dihutan, para Kurcaci sedang bersedih karena Sang Pangeran belum juga datang. Hari-hari berlalu tapi Sang Putri tetap tidak bangun dan Pangeran tak kunjung datang. Hingga akhirnya dari balik hutan belantara munculah Pangeran sedang mengendarai kuda putih. Pangeran itu amat tampan dan gagah. Pangeran itu adalah putra tunggal dari seorang raja dari kerajaan seberang. Pangeran itu tiba-tiba berhenti karena dia melihat seorang Putri yang sedang terlelap.

Pangeran itu mandekatinya dan alangkah terkejutnya Sang Pangeran karena tidak sehelai pun pakaian menutupi tubuh Putri itu. Kemaluan Pangeran yang semula kecil tiba-tiba membesar ketika melihat tubuh Sang Putri yang tak memakai pakaian. Sang Pangeran langsung turun dari kudanya dan langsung melucuti semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Kemudian dia mendekati Sang Putri dan berbaring di samping tubuh Putri yang telanjang itu. Dengan lembut Sang Pangeran mencium Sang Putri. Sang Pangeran pun ketagihan. Dengan memeluknya erat dia berciuman dengan Sang Putri dengan penis yang terus berdiri. Sang Pangeran bangkit kemudian dia berciuman dengan Putri dengan tubuh diatas tubuh Sang Putri yang putih tak bergerak. Beberapa kali penisnya yang berdiri menyentuh perut Sang Putri.

Ciuman Pangeran beralih menyusuri dada dan perutnya. Dia menciumi seluruh bagian selangkangan Sang Putri. Sang Pangeran kemudian membukakan vagina Sang Putri dengan tangannya dan kemudian dengan lidahnya ia memainkan klitoris Sang Putri tang terlihat sangat merah dan sedikit becek. Sang Pangeran mencoba untuk menyentuh-nyentuhkan penisnya ke mulut vagina Sang Putri kemudian ia menggesek-gesekkan penisnya itu. Sang Pangeran masih belum merasa puas dan ia pun langsung mencoba memasukan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Putri. Sang Pangeran menggesek-gesekan jarinya di mulut vagina Sang Putri terlebih dahulu kemudian ia memasukkan jarinya ke lubang vagina itu.

Lalu Sang Pangeran membasahi dulu penisnya dengan ludah dan langsung mengarahkan penisnya ke arah vagina Sang Putri yang trlihat mulai memerah.
"Baiklah Putri aku akan mengajakmu ke surga.."
Kemudian Sang Pangeran langsung mendorong kemaluannya dalam-dalam hingga semua batang kemaluan Sang Pangeran dilumat oleh vagina Sang Putri. Sang Pangeran kemudian menggoyangkan pinggulnya maju mundur.
"Aahh.. sshh.. Putri, aku akan menemanimu.. sshh.."
Ketika Sang Pangeran asik menggenjot vagina Sang Putri, tiba- tiba mata Sang Putri terbuka dan dia langsung bangkit yang membuat penis Sang Pangeran terlepas dari vaginanya.
"Uuhh.. apa yang terjadi.. eeh..! kamu siapa?"
"Ohh.. aku adalah Pangeran dari negeri seberang, dan aku menemukan Putri sedang tertidur disini.."
"Oohh.. iya sekarang aku ingat.. setelah aku meminum sperma orang itu aku langsung tak sadarkan diri.."

Tiba-tiba dari balik semak-semak keluarlah para kuraci yang habis bekeja. Mereka sangat terkejut sekaligus senang karena Sang Putri telah hidup.
"Pangeran, kaulah Pangeran yang diramalkan akan datang dan akan menyelamatkan Putri Salju, dari sihir Sang Ratu", kata salah satu Kurcaci yang paling tua itu.
"Aku ucapkan terimakasih kepada Pangeran karena telah menyelamatkan aku."
"Iya sama-sama aku sangat senang bisa menolongmu."
"Pangeran, kamu harus melanjutkan kegiatanmu tadi agar sihir dalam tubuh Putri sepenuhnya hilang.."
"Baiklah.."

Kemudian Sang Pangeran pun kembali melanjutkan menggenjot vagina Sang Putri. Ditemani para Kurcaci yang juga telah melepaskan pakaiannya, Pangeran menggenjot dengan penuh semangat dan gairah yang membara. Salah satu Kurcaci yang paling muda meremas sambil menciumi payudara Sang Putri dengan tangan satunya mengocok penisnya yang sudah berdiri. Dengan vagina yang masih di genjot oleh Sang Pangeran Sang Putri mengkulum penis salah satu Kurcaci yang berdiri di samping Sang Putri. Sang Pangeran kemudian mengganti posisinya. Dia menyuruh Sang Putri untuk berbaring di tubuhnya dan Pangeran pun memasukkan penisnya lewat lubang anal.

Dua Kurcaci lainnya memasukan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Putri yang terlihat sudah sangat basah secara bersamaan. Setelah beberapa menit Sang Pangeran melakukan anal sex, akhirnya Sang Pangeran mencapai puncak kenikmatannya. Dia menyemburkan spermanya di dalam tubuh Sang Putri dan Pangeran pun terkulai lemas di samping Sang Putri.

Setelah Sang Pangeran selesai, 3 Kurcaci lainnya segera menggilir lubang anal Sang Putri. Beberapa menit kemudian para Kurcaci akhirnya mencapai puncak kenikmatan mereka. Secara bersamaan mereka mengeluarkan sperma mereka di atas tubuh Sang Putri yang belum orgasme itu. Sperma mereka membasahi seluruh tubuh Sang Putri. Hampir seluruh tubuh Putri berwana putih karena sperma para Kurcaci. Tapi Sang Putri yang belum orgasme terus menusuk-nusukkan jarinya ke lubang vaginanya itu.

Setelah beberapa saat Sang Pangeran terbaring lemas di samping Sang Putri, akhirnya penis Sang Pangeran berdiri kembali. Pangeran segera memeluk Putri dan di saat itu pula Pangeran memasukan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Putri. Beberapa menit Pangeran menggenjot vagina Sang Putri akhirnya mereka mencapai klimaks bersamaan. Diiringi desahan panjang dari mulut mereka, keduanya saling mengeluarkan cairan dari kemaluan mereka.
"Aahh..!!"

Mereka terbaring lemas dengan tubuh penuh dengan peluh.
"Putri, kamu sangat hebat.. aku tak menyangka kamu sehebat itu.."
"Itu berkat bantuan para Kurcaci itu.."
Ketika hari sudah menjelang malam, mereka semua berkumpul untuk merencanakan untuk mengembalikan kerajaan kepada Putri Salju. Mereka semua sepakat untuk mengerahkan semua kemampuan mereka membantu Sang Putri mendapatkan kembali tahta kerajaan.

Kemudian esok hari akhirnya tiba. Mereka semua sudah siap dan dalam perjalanan menuju kerajaan Sang Ratu. Sesampainya disana, Sang Ratu terlihat sangat histeris karena melihar Putri Salju masih hidup.
"Hah..! Mengapa kamu masih hidup..!"
"Pangeran ini telah menyelamatkan hidup saya.."
"Iya..! sekarang kamu harus menyerahkan kerajaan ini kembali kepada Putri.."
"Apa..! Tidak pernah..! Kamu harus bisa mengalahkan aku..!"
"Baiklah aku akan menghadapimu demi Putriku.."

Sang Ratu langsung melepas semua pakaiannya dan membuka lebar selangkangannya. Sang Pangeran pun mendekati Sang Ratu dan langsung menusukkan penisnya ke dalam lubang vagina Sang Ratu.
"Ratu terimalah seranganku ini..!"
Selama beberapa menit mereka melakukan pertempuran di singgasana raja yang indah. Hingga singgasana menjadi rusak karenanya. Setelah 1 jam mereka bertempur, dengan kegagahan Sang Pangeran akhirnya Sang Ratu mengaku kalah. Dia mengalami orgasme terlebih dahulu dibanding Pangeran. Dan dengan berat hati Sang Ratu menyerahkan singgasana kepada Putri.

Akhirnya kerajaan kembali tentram. Mereka akhirnya menikah dihadiri oleh seluruh warga negeri. Hari-hari berlalu, Sang Pangeran dan Sang Putri hidup bahagia di kerajaan itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar